Tampilkan postingan dengan label sapaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sapaan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Juli 2010

being a ....

Rekan sejawat yang terhormat,

Jika Anda ingin menjadi dokter untuk bisa kaya raya, maka segeralah kemasi barang-barang Anda.
Mungkin fakultas ekonomi lebih tepat untuk mendidik anda menjadi businessman bergelimang rupiah
Daripada Anda harus mengorbankan pasien dan keluarga Anda sendiri demi mengejar kekayaan.

Jika Anda ingin menjadi dokter untuk mendapatkan kedudukan sosial tinggi di masyarakat, dipuja dan didewakan, maka silahkan kembali ke Mesir ribuan tahun yang lalu dan jadilah fir’aun di sana. Daripada Anda di sini harus menjadi arogan dan merendahkan orang lain di sekitar Anda hanya agar Anda terkesan paling berharga.

Jika Anda ingin menjadi dokter untuk memudahkan mencari jodoh atau menarik perhatian calon mertua, mungkin lebih baik Anda mencari agency selebritis yang akan mengorbitkan Anda sehingga menjadi artis pujaan para wanita. Daripada Anda bersembunyi di balik topeng klimis dan jas putih necis, sementara Anda alpa dari makna dokter yang sesungguhnya.

Dokter tidak diciptakan untuk itu, kawan.

Memilih menjadi dokter bukan sekadar agar bisa bergaya dengan BMW keluaran terbaru, bukan sekadar bisa terihat tampan dengan jas putih kebanggaan, bukan sekadar agar para tetangga terbungkuk-bungkuk hormat melihat kita lewat.

Memilih menjadi dokter adalah memilih jalan pengabdian. Mengabdi pada masyarakat yang masih akrab dengan busung lapar dan gizi buruk. Mengabdi pada masyarakat yang masih sering mengunjungi dukun ketika anaknya demam tinggi.

Memilih menjadi dokter adalah memilih jalan empati, ketika dengan lembut kita merangkul dan menguatkan seorang bapak tua yang baru saja kehilangan anaknya karena malaria.

Memilih jalan menjadi dokter adalah memilih jalan kemanusiaan, ketika kita tergerak mengabdikan diri dalam tim medis penanggulangan bencana dengan bayaran cuma-cuma.

Memilih jalan menjadi dokter adalah memilih jalan kepedulian, saat kita terpaku dalam sujud-sujud panjang, mendoakan kesembuhan dan kebahagiaan pasien-pasien kita.

Memilih menjadi dokter adalah memilih jalan berbagi, ketika seorang tukang becak menangis di depan kita karena tidak punya uang untuk membayar biaya rumah sakit anaknya yang terkena demam berdarah. Lalu dengan senyum terindah yang pernah disaksikan dunia, kita menepuk bahunya dan berkata, “jangan menangis lagi, pak, Insya Allah saya bantu pembayarannya.”

Memilih menjadi dokter adalah memilih jalan kasih sayang, ketika dengan sepenuh cinta kita mengusap lembut rambut seorang anak dengan leukemia dan berbisik lembut di telinganya,”dik, mau diceritain dongeng nggak sama oom dokter?”

Memilih jalan menjadi dokter adalah memilih jalan ketegasan, ketika sebuah perusahaan farmasi menjanjikan komisi besar untuk target penjualan obat-obatnya, lalu dengan tetap tersenyum kita mantap berkata, “maaf, saya tidak mungkin mengkhianati pasien dan hati nurani saya”

Memilih menjadi dokter adalah memilih jalan pengorbanan, saat tengah malam tetangga dari kampung sebelah dengan panik mengetuk pintu rumah kita karena anaknya demam dan kejang-kejang. Lalu dengan ikhlas kita beranjak meninggalkan hangatnya peraduan menembus pekat dan dinginnya malam.

Memilih menjadi dokter adalah memilih jalan terjal lagi mendaki untuk meraih cita-cita kita. Bukan, bukan kekayaan atau penghormatan manusia yang kita cari. Tapi ridha Allah lah yang senantiasa kita perjuangkan.

Yah, memilih menjadi dokter adalah memilih jalan menuju surga, tempat di mana dokter sudah tidak lagi perlu ada…


NB :
Ini bukan provokasi untuk menjadi dokter miskin, bukan juga mengatakan bahwa dokter tidak perlu penghormatan atau hal-hal duniawi lainnya. Tulisan ini hanya sekadar sebuah nasihat untuk diri sendiri dan rekan sejawat semua untuk meluruskan kembali niat kita dalam menjadi seorang dokter. Karena setiap amalan tergantung pada niatnya. Silakan menjadi kaya, silakan menjadi terhormat, asal jangan itu yang menjadi tujuan kita. Dokter terlalu rendah jika diniatkan hanya untuk keuntungan duniawi semata. Mungkin akan sangat susah untuk menggenggam erat idealisme ini nantinya. Namun saya yakin, jika ada kemauan yang kuat dan niat yang tepat, idealisme ini akan terbawa sampai mati. Walaupun harus sendirian dalam memperjuangkannya, walaupun banyak yang mencemooh dan merendahkan. Saya yakin, Allah tidak akan pernah salah menilai setiap usaha dan perjuangan hamba-hamba-Nya. Tidak akan pernah.

Minggu, 25 April 2010

a poor son and a poor father

pernah diposkan di note fb saia des 2009...

Bismillah

Long time not writing a note..now let's start with my story about father and son

Yesterday..I saw a father and his son..
The father gave his son cigarette..what a fr**k cigarette for 8 month child..:-S

Udah ah bhs englishnya,hehe
Kemaren waktu ngopy,gak sengaja liat pemandangan itu,.si bapak dg santainya memasukkan sebatang rokok yg untung gak nyala ke mulut bayi kecilnya..daaan si bapak dg lugunya tertawa..eh ketek2 la marokoknyooo..
Bayi lucu itu pun dg girang jg tertawa,.ngikutin bapaknya ketawa kaleee..

Nah nah..aneh tp nyata sodara2..

Entahlah ya..mengapa perokok di Indonesia ini begitu byk..mungkin ini salah satu penyebabnya..

Si bayi mgkn dari dalam kandungan udah dkenalin ma rokok bapaknya..byk bpk2 yg ngerokokkan didekat istrinya..otomatis tu asap keisep..
Hbs tu si bayi lahir..maen2 ma bpk yg lg pegang rokok di tangan..ow ow..
Si bayi pun menjadi anak2..mulai btanya apa yg diisap bpknya tiap hari dan mau tak mau harus mhirup asap racun dr rokok bpknya..
Beranjak remaja..si anak tdk mlihat bpknya saja yg merokok..teman2 bmainnya jg
Stlh dewasa..menjadi perokok jg akhirnya..
Dan terjadilah lingkaran setan ini..

Emang susah siy mlepaskan diri dari candunya rokok,.tp tidakkah kasian dg orang2 yg qt rugikan..dg orang2 yg perlahan qt rusak tubuhnya..bahkan yg zolimi istri dan anak qt sendiri..

Kalaw tidak berhenti..jangan rugikan orang lain..kasian..

akhirnya...

taraaaa...
akhirnya niat baik saia ini kesampaian juga...=D

awalnya terinspirasi dari junior tingkat saia yang sangat canggih ilmu ngenetnya,nge-blog,nge-Fb,nge-net...pokoknya suatu hal yang 'lebih' telah dia lakukan dibanding saia...begitu lantang dan lugas dia menyalurkan benih-benih pikirannya membentuk buah tulisan yang bergerak...bagi saia yg sedikit 'gaptek'...ckckck...keren niy junior q...
alhamdulillah mungkin sudah waktunya juga saia mulai sedikit melek dengan yang namanya dunia maya,.termasuk yg namanya nge-blog..

'embun'...inspirasi yang datang cukup tiba-tiba...'ting'...muncul dipikiran saia...berharap blog ini pun sesuai nama yang tercetus menjadi judulnya...

well...smoga blog ini bermanfaat pada khalayak ramai...mgkn saia akan masukin sekian byk uneg2 saia tentang kehidupan,.yg diharapkan hanyalah berpintar-pintarlah membaca uneg2 saia itu...=)...bisa juga sekilas ilmu kedokteran,.serba-serbi,.dan pelepas dahaga hati...

yang paling saia inginkan investasi ini bermanfaat untuk saia sendiri...Aamin

Wassalamu'alaikum WR.WB.